Video : Agnes Monica Jadi Bintang Iklan Line

Agnes Monica Jadi Bintang Iklan Line (Ikut-Ikutan Siwon?) Baru tahu ternyata Agmon jadi bintang iklan Line. Untungnya ga sama Siwon, ELF bisa ga terima semua kayanya. hehehehe..

Siwon juga didapuk jadi bintang iklan Line, tapi untuk versi Inggris. Kalo untuk Line di Indonesia, Agmon ditemenin Nidji.
Baca Selengkapnya »»

Selain seks bebas, anak buah Klewang duel untuk jadi panglima



Seperti di film-film mafia, untuk mendapatkan kedudukan panglima geng motor, sesama anggota diadu hingga mendapatkan pemenangnya. Pertarungan duel tersebut dilakukan di depan Mardirianto alias Anto Klewang (57) selaku ketua besar alias jenderal geng motor Pekanbaru.

Demi menjadi panglima, ratusan anak buah Klewang yang masih berusia pelajar rela diadu. Dalam aksi kriminalnya, mereka yang dikomandoi langsung Klewang melalui panglimanya melakukan pengrusakan, perampasan sepeda motor hingga memerkosa ABG. Mereka beringas dan brutal.

"Mereka duel antara satu dengan yang lainnya untuk menduduki jabatan panglima," ungkap Kapolresta Pekanbaru Adang Ginandjar, kepada wartawan, Rabu (15/5).

Saat ini pihak kepolisian telah menahan 4 panglima geng motor. Sedangkan 2 panglima lagi masih diburu bersama anggota geng motor Sincan (anggota geng wanita).

Tak hanya itu, kini polisi memperluas wilayah sasaran mereka memberantas geng motor yang meresahkan.

"Kami tengah memburu anggota geng motor di beberapa daerah seperti Kampar dan Bengkalis," ujar Adang.

Menurut polisi anggota geng motor anak buah Klewang juga kerap melakukan seks bebas.
Baca Selengkapnya »»

Cerita Dewasa – Gairah Seks Dokter Cantik


Cerita Dewasa – Gairah Seks Dokter Cantik -- Para pembaca sekalian, terserah anda percaya atau tidak, tetapi kisah ini benar-benar terjadi. Waktu itu kalau tidak salah sekitar akhir tahun 2006 yang lalu, saat saya diharuskan melakukan medical check up di sebuah klinik kesehatan di Jakarta, guna memenuhi persyaratan agar diterima bekerja di sebuah perusahaan dan kebetulan saya juga diajak teman saya untuk mengikuti program asuransi jiwa karena dia adalah agen dari salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia, jika tidak salah nama perusahaannya adalah AIA.


Sebenarnya saya malas melakukan medical check up ini. Pasti lagi-lagi cuma cek darah, air seni, dan kotoran saja. Kemudian diperiksa oleh dokter memakai stetoskop untuk menyakinkan bahwa saya terkena penyakit atau tidak. Itu saja menurut saya, tidak ada yang lain. Dokter yang akan memeriksa saya paling-paling juga dokter cowok, mana sudah tua lagi.


Dengan sekali-sekali menguap karena jenuh karena sudah hampir setengah jam saya menunggu dokter yang tak kunjung datang. Padahal saya sudah melalui proses medical check up yang pertama, yaitu pemeriksaan darah, air seni, dan kotoran. Beberapa kali saya menanyakan pada orang di loket pendaftaran dan selalu memperoleh jawaban sama, yaitu agar saya sabar sebab dokternya dalam perjalanan dan mungkin sedang terjebak macet. Saya melihat arloji di tangan saya. Akhirnya saya memutuskan bahwa kalau dokternya tidak juga datang limabelas menit lagi, maka saya akan pulang saja ke rumah.


Dengan menarik nafas kesal, saya memandangi sekeliling saya. Tahu-tahu mata saya tertumbuk pada seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam klinik tersebut. Amboi, cantik juga dia. Saya taksir usianya sekitar 35 tahun. Tetapi alamak, tubuhnya seperti cewek baru duapuluhan. Kencang dan padat. Payudaranya yang membusung cukup besar itu tampak semakin menonjol di balik kaos oblong ketat yang ia kenakan. Gumpalan pantatnya di balik celana jeans-nya yang juga ketat, teramat membangkitkan selera. Batinku, coba dokternya dia ya. Tidak apa-apa deh kalau harus diperiksa berjam-jam olehnya. Akan tetapi karena rasa bosan yang sudah menjadi-jadi, saya tidak memperhatikan wanita itu lagi. Saya kembali tenggelam dalam lamunan yang tak tentu arahnya.


“Mas, silakan masuk. Itu dokternya sudah datang.” Petugas di loket pendaftaran membuyarkan lamunan saya. Saat itu saya sudah hendak memutuskan untuk pulang ke rumah, mengingat waktu sudah berlalu limabelas menit. Dengan malas-malasan saya bangkit dari bangku dan berjalan masuk ke ruang periksa dokter.


“Selamat malam”, suara lembut menyapa saat saya membuka pintu ruang periksa dan masuk ke dalam. Saya menoleh ke arah suara yang amat menyejukkan hati itu. Saya terpana, ternyata dokter yang akan memeriksa saya adalah wanita cantik yang tadi sempat saya perhatikan sejenak. Seketika itu juga saya menjadi bersemangat kembali.
“Selamat malam, Dok”, sahut saya. Ia tersenyum. Aah, luluhlah hati saya karena senyumannya ini yang semakin membuatnya cantik.
“Oke, sekarang coba kamu buka kaos kamu dan berbaring di sana”, kata sang dokter sambil menunjuk ke arah tempat tidur yang ada di sudut ruang periksa tersebut.


Saya pun menurut. Setelah menanggalkan kaos oblong, saya membaringkan diri di tempat tidur. Dokter yang ternyata bernama Dokter S itu menghampiri saya dengan berkalungkan stetoskop di lehernya yang jenjang dan putih.
“Kamu pernah menderita penyakit berat? Tipus? Lever atau yang lainnya?” Tanyanya. Saya menggeleng.


“Sekarang coba kamu tarik nafas lalu hembuskan, begitu berulang-ulang ya.” Dengan stetoskopnya, Dokter S memeriksa tubuh saya. Saat stetoskopnya yang dingin itu menyentuh dada saya, seketika itu juga suatu aliran aneh menjalar di tubuh saya. Tanpa saya sadari, saya rasakan, batang kemaluan saya mulai menegang. Saya menjadi gugup, takut kalau Dokter S tahu. Tapi untuk ia tidak memperhatikan gerakan di balik celana saya. Namun setiap sentuhan stetoskopnya, apalagi setelah tangannya menekan-nekan ulu hati saya untuk memeriksa apakah bagian tersebut terasa sakit atau tidak, semakin membuat batang kemaluan saya bertambah tegak lagi, sehingga cukup menonjol di balik celana panjang saya.


“Wah, kenapa kamu ini? Kok itu kamu berdiri? Terangsang saya ya?” Mati deh! Ternyata Dokter S mengetahui apa yang terjadi di selangkangan saya. Aduh! Muka ini rasanya mau ditaruh di mana. Malu sekali!
“Nah, coba kamu lepas celana panjang dan celana dalam kamu. Saya mau periksa kamu menderita hernia atau tidak.” Nah lho! Kok jadi begini?! Tapi saya menurut saja. Saya tanggalkan seluruh celana saya, sehingga saya telanjang bulat di depan Dokter S yang bak bidadari itu.
Gila! Dokter S tertawa melihat batang kemaluan saya yang mengeras itu. Batang kemaluan saya itu memang tidak terlalu panjang dan besar, malah termasuk berukuran kecil. Tetapi jika sudah menegang seperti saat itu, menjadi cukup menonjol.


“Uh, burung kamu biar kecil tapi bisa tegang juga”, kata Dokter S serasa mengelus batang kemaluan saya dengan tangannya yang halus. Wajah saya menjadi bersemu merah dibuatnya, sementara tanpa dapat dicegah lagi, batang kemaluan saya semakin bertambah tegak tersentuh tangan Dokter S. Dokter S masih mengelus-elus dan mengusap-usap batang kemaluan saya itu dari pangkal hingga ujung, juga meremas-remas buah zakar saya.
“Mmm.. Kamu pernah bermain?” Saya menggeleng. Jangankan pernah bermain. Baru kali ini saya telanjang di depan seorang wanita! Mana cantik dan molek lagi!


“Aahh..” Saya mendesah ketika mulut Dokter S mulai mengulum batang kemaluan saya. Lalu dengan lidahnya yang kelihatannya sudah mahir digelitiknya ujung kemaluan saya itu, membuat saya menggerinjal-gerinjal. Seluruh batang kemaluan saya sudah hampir masuk ke dalam mulut Dokter S yang cantik itu. Dengan bertubi-tubi disedot-sedotnya batang kemaluan saya. Terasa geli dan nikmat sekali. Baru kali ini saya merasakan kenikmatan yang tak tertandingi seperti ini.


Dokter S segera melanjutkan permainannya. Ia memasukkan dan mengeluarkan batang kemaluan saya dari dalam mulutnya berulang-ulang. Gesekan-gesekan antara batang kemaluan saya dengan dinding mulutnya yang basah membangkitkan kenikmatan tersendiri bagi saya.
“Auuh.. Aaahh..” Akhirnya saya sudah tidak tahan lagi. Kemaluan saya menyemprotkan cairan kental berwarna putih ke dalam mulut Dokter S. Bagai kehausan, Dokter S meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.
“Duh, masa baru begitu saja kamu udah keluar.” Dokter S meledek saya yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks.


“Dok.. Saya.. baru pertama kali.. melakukan ini..” jawab saya terengah-engah.
Dokter S tidak menjawab. Ia melepas jas dokternya dan menyampirkannya di gantungan baju di dekat pintu. Kemudian ia menanggalkan kaos oblong yang dikenakannya, juga celana jeans-nya. Mata saya melotot memandangi payudara montoknya yang tampaknya seperti sudah tidak sabar ingin mencelat keluar dari balik BH-nya yang halus. Mata saya serasa mau meloncat keluar sewaktu Dokter S mencopot BH-nya dan melepaskan celana dalamnya. Astaga! Baru sekarang saya pernah melihat payudara sebesar ini. Sungguh besar namun terpelihara dan kencang. Tidak ada tanda-tanda kendor atau lipatan-lipatan lemak di tubuhnya. Demikian pula pantatnya. Masih menggumpal bulat yang montok dan kenyal. Benar-benar tubuh paling sempurna yang pernah saya lihat selama hidup saya. Saya rasakan batang kemaluan saya mulai bangkit kembali menyaksikan pemandangan yang teramat indah ini.


Dokter S kembali menghampiri saya. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya. Tanpa mau membuang waktu, saya langsung menerima pemberiannya. Mulut saja langsung menyergap payudara nan indah ini. Sambil menyedot-nyedot puting susunya yang amat tinggi itu, mengingatkan saya waktu saya menyusu pada ibu saya selagi kecil. Dokter S adalah wanita yang kedua yang pernah saya isap-isap payudaranya, tentu saja setelah ibu saya saat saya masih kecil.
“Uuuhh.. Aaah..” Dokter S mendesah-desah tatkala lidah saya menjilat-jilat ujung puting susunya yang begitu tinggi menantang. Saya permainkan puting susu yang memang amat menggiurkan ini dengan bebasnya. Sekali-sekali saya gigit puting susunya itu. Tidak cukup keras memang, namun cukup membuat Dokter S menggelinjang sambil meringis-ringis.
Tak lama kemudian, batang kemaluan saya sudah siap tempur kembali. Saya menarik tangan Dokter S agar ikut naik ke atas tempat tidur. Dokter S memahami apa maksud saya. Ia langsung naik ke atas tubuh saya yang masih berbaring tertelentang di tempat tidur. Perlahan-lahan dengan tubuh sedikit menunduk ia mengarahkan batang kemaluan saya ke liang kewanitaannya yang sekelilingnya ditumbuhi bulu-bulu lebat kehitaman. Lalu dengan cukup keras, setelah batang kemaluan saya masuk satu sentimeter ke dalam liang kewanitaannya, ia menurunkan pantatnya, membuat batang kemaluan saya hampir tertelan seluruhnya di dalam liang senggamanya. Saya melenguh keras dan menggerinjal-gerinjal cukup kencang waktu ujung batang kemaluan saya menyentuh pangkal liang kewanitaan Dokter S. Menyadari bahwa saya mulai terangsang, Dokter S menambah kualitas permainannya. Ia menggerak-gerakkan pantatnya berputar-putar ke kiri ke kanan dan naik turun ke atas ke bawah. Begitu seterusnya berulang-ulang dengan tempo yang semakin lama semakin tinggi. Membuat tubuh saya menjadi meregang merasakan nikmat yang tiada tara.


Saya merasa sudah hampir tidak tahan lagi. Batang kemaluan saya sudah nyaris menyemprotkan cairan kenikmatan lagi. Namun saya mencoba menahannya sekuat tenaga dan mencoba mengimbangi permainan Dokter S yang liar itu. Akhirnya.., “Aaahh.. Ouuhh..” Saya dan Dokter S sama-sama menjerit keras. Kami berdua mencapai klimaks hampir bersamaan. Saya menyemprotkan air mani saya di dalam liang kewanitaan Dokter S yang masih berdenyut-denyut menjepit batang kemaluan saya.
Demikianlah peristiwa yang terjadi siang itu. Dan mau tahu apa hasil medical check up yang istimewa tersebut? Saya dinyatakan sehat secara fisik dan tentu saja secara mental. Apalagi secara birahi. Tentu para pembaca semua tahu maksud saya ini. Dan akhirnya saya berhasil diterima di perusahaan besar itu yang merupakan impian saya sejak lama dan saya berhasil mendapatkan asuransi policy dari AIA sekalian membantu teman saya mendapatkan komisinya. Sayangnya, permainan saya yang menggebu-gebu tersebut dengan Dokter S merupakan pengalaman saya yang pertama sekaligus yang terakhir. Ia sepertinya menghindar apabila saya sengaja datang ke tempat praktek dokternya. Dengan alasan sibuk atau sejuta alasan lainnya, Dokter S selalu menolak menemui saya. Saya tidak tahu mengapa ia bersikap seperti itu. Ah, biar saja!
Baca Selengkapnya »»

Cerita Dewasa : Bidadari dan Uang

Bidadari dan Uang adalah sebuah cerita dewasa yang akan saya tuliskan hari ini. Cerita ini cukup menarik untuk dibaca. inilah ceritanya :



Sedang asyik bermimpi dalam pelukan bintang dan bermain dengan peri-peri kecil, tiba-tiba terdengar suara ketukan yang membangunkan aku dalam gelapnya malam.

Rasa sedikit mengantuk masih ku rasa, waktu saat itu menunjukan pukul dua pagi, lalu ku bergegaslah aku membukakan pintu. Ternyata itu adalah bunda. Bunda memang terbiasa pulang hingga larut seperti ini. Karena Bunda bekerja sebagai cleaning service di suatu hotel.

Di dalam hati aku berkata “Andai saja ayah masih hidup pasti bunda tidak akan bekerja keras, namun mau tidak mau inilah takdir yang aku jalani bersama bunda”.

Oh ya nama ku Vira Sukmawijaya, biasa dipanggil Vira oleh teman-teman di SMA ku, nama Sukmawijaya itu adalah Ayahku. Ayahku adalah seorang pegusaha yang sukses saat beliau masih hidup namun karena terbelit hutang maka semua harta benda telah lenyap dan ayah pun saat itu sakit-sakitan hingga sebuah ajal menjemputnya.

Mungkin hidupku saat kecil sangat terlalu dimanjakan oleh ayah, mau apa saja tinggal tunjuk dan pasti dituruti oleh beliau. Namun kini bundalah yang bekerja untuk menyambung hidup. Banting tulang Bunda membesarkanku dan menyekolahkanku.

Kembali ke aktifitas saat itu hari sudah menujukan pukul 6, saatnya aku untuk berangkat sekolah, namun ku tidak sempat untuk berpamitan lantaran aku tidak tega untuk membangunkan bunda yang tengah dalam keadaan terlelap atau mungkin bunda sedang asyik bermimpi bertemu ayah.

Sesampainya di sekolah seperti biasa Jody menyapaku. Oh ya Jody adalah teman karibku, sejak kecil. Jody banyak membantu dalam urusan biaya sekolahku, Jody itu adalah anak rekan kerja ayah sejak dulu mungkin karena orang tua Jody banyak dibantu oleh ayah lantas kebaikan yang diberikan Jody dan orang tuanya merupakan balas budi. Entah bagaimana aku bisa membayar semua budi baiknya kepada ku dan keluarga ku.

Aku dan Jody kini tengah fokus dalam sebuah kompetisi antar sekolah. Kita berdua terpilih karena kita berdua memiliki prestasi yang bagus di sekolah.

Hari itu Jody mengajak ku toko buku untuk mencari bahan koleksi bacaan buku Jody. Setelah jam sekolah pun berakhir bergegaslah aku dan Jody untuk pergi.

Sesampainya di toko buku, aku dan Jody pun memisahkan diri karena kita memiliki selera bacaan yang berbeda.

Ketika aku berada disebuah stand buku sastra, ada seorang lelaki yang juga ikut membaca disampingku. Secara kebetulan aku pun ingin mengambil sebuah buku dan lelaki itupun juga mengambil buku yang sama.

Lalu dengan rasa malu aku melepas tanganku dari buku tersebut namun pria tersebut justru memberikan buku tersebut. Rasa malu sangat terpancar diraut wajahku.

Setelah ia berikan buku itu kepadaku dan kami saling berdiskusi tentang buku itu dan kamipun saling berkenalan. Jujur saat itu aku kagum denganya karena dia smart dan tampan.

Nama pria itu adalah Dery dia, karena asiknya kami ngobrol aku sampai lupa kalau aku ke toko buku bersama Jody. Dan jody pun menghampiri lalu ku kenalkanlah dia dengan Dery.

Hari sudah petang maka ku dan Jody memutuskan pulang ke rumah. Sepanjang Jody sempat mengatakan kalau Dery itu seperti pria aneh.

Ketika sampai di rumah, Bunda sudah menyambutku. Kebetulan Bunda tidak pulang sampai larut malam jadi aku bisa banyak sharing dengan Bunda.

''Bunda tahu nggak hari ini aku kenal sama cowok pas aku di toko buku tadi, dia tuh ganteng dan pinter banget,'' ucap diriku.

Lalu bunda pun memberiku sebuah nasihat kepada ku.

''Vira, kamu itu sekarang sudah gadis loh! harkat dan martabat mu sebagai wanita itu harus kamu jaga seutuhnya. Jadi memilih teman terutama laki-laki harus hati-hati,'' tegas Bunda.

Lalu aku pun memeluk Bunda dengan eratnya dan selalu mengingat apa yang baru saja diucap oleh bunda.

Semakin hari aku dan Dery semakin akrab, hampir setiap hari Dery selalu menjemputku saat pulang ke sekolah.

Pagi, siang, malam pikiranku hanyalah Dery. Hadirnya Dery seakan membuat hidupku menjadi lebih berwarna.

Cukup lama aku mengenal Dery ternyata timbullah benih-benih cinta diantara kita berdua. Hingga suatu ketika Dery pun menyatakan cinta di suatu tempat yang sekelilingnya dipenuhi lilin dan bunga-bunga indah. Wanita mana yang tak akan senang bila diperlakukan seromantis mungkin.

Tanpa pikir panjang aku pun menerima pernyataan cinta Dery. Ini kali pertama aku memiliki pacar. Namun aku belum berani untuk mengatakan kepada Bunda tentang hubungan ini maka mau tak mau aku harus menjalani backstreet.

Hanya Jody saja yang tahu hubunganku, ku pikir Jody tidak akan senang dengan berita ini namun Jody juga senang dengan kabar tersebut.

Hampir setiap hari Dery menemaniku dan hari-hari ku hanya ku habiskan bersamanya. Suatu ketika aku diajak Dery untuk ikut menghadiri pesta ulang tahun temannya. Karena Bunda sedang bekerja kala itu ia bekerja shift malam.

Aku pergi bersama Dery tanpa sepengetahuan Bunda. Saat itu aku dijemput Dery pukul 9 malam. Sesampainya di tempat di acara yang kita tuju, Dery mengenalkan ku kepada temannya bernama Alex.

Saat ku menginjakan tempat itu aku merasa aneh. Suara musik dan lampu yang gemerlap membuat ku sedikit kurang nyaman.

Ku sempat meminta kepada Dery untuk mengantarkan ku pulang namun Dery menyakinkanku untuk tetap disini.

Dery memberikan ku segelas minuman, entah itu minuman apa. Sepintas rasanya enak, namun lama-lama kelamaan aku pun merasa pusing. Dan disaat ku merasa pusing aku pun Dery memberiku obat.

Dia bilang dengan meminum obat itu pusing ku bisa hilang. Lalu ku minumlah, setelah ku minum efek yang ku rasakan badanku serasa enteng dan terbang.

Ayam jantan pun telah berkokok dan subuh pun tiba, kira-kira pukul 5 pagi aku baru sampai rumah. Aku pulang mungkin masih dalam keadaan mabuk.

Bunda yang sedang beribadah melihat kedatanganku dalam keadaan yang tidak normal. Bunda sangat tertegun sampai-sampai Bunda menangis pun tidak ku hiraukan, justru aku langsung mengurung diri dalam kamar.

Mungkin karena aku dalam keadaan mabuk, aku pun tak tahu apa yang terjadi. Ketika aku bangun Bunda pun sudah mengelus-elus rambut ku.

Lalu pun ia berkata kepadaku tanpa sedikit pun marah.

''Kemanakah kamu semalam nak, sampai setan merasuk tubuh mu saat subuh tadi, Bunda kecewa denganmu'', ucap Bunda sambil memberikan ku air putih.

Aku tak tahu harus jawab apa, karena aku sangat malu begitu perhatian Bunda dengan ku. Meski aku telah berbuat salah. Lantas aku pun menangis dipelukan Bunda.

Langit telah berubah Pergantian tugas bintang yang menerangi malam dengan Matahari, Setelah kejadian kemarin aku tidak masuk sekolah padahal tugas penting membawa nama baik sekolah namun aku tidak bisa hadir karena kejadiaan saat itu.

Setibanya sampai di sekolah, teman-teman ku melihat ku dengan wajah yang menggambarkan kekecewaan saat ku sapa mereka hanya diam dan mempalingkan muka.

Tiba-tiba Jody menarik tangan ku dan berkata mengapa semua teman menjadi sinis kepadaku.

''Kamu liat, wajah teman-teman kita terhadap kehadiran kamu. Mereka sangat kecewa kemana kamu saat perlombaan antar sekolah? Kamu tahukan kita ini partner mewakili sekolah kita. Tapi apa! kamu tidak hadir dan hingga pada akhirny sekolah kita didiskualifikasi,'' dengan marah Jody berkata.

Sumpah ucapan itu membuat aku lebih bersalah, karena kejadian waktu itu hingga membuat aku tidak masuk sekolah padahal aku harus mengikuti lomba antar sekolah malah aku tidak hadir.

Entah bagaimana aku, harus membalikkan keadaan menjadi seperti semula. Hanya dengan kata maaf pun juga tidak bisa membalikan suasana menjadi seperti semula.

Waktu pulang sekolah telah tiba, dan Dery pun menjemputku. Dery mengajak ku ke sebuah kafe untuk menjelaskan semua permasalahan, aku mencoba menolak tapi tidak bisa.

Sepanjang jalan aku ceritakan semua masalah, yang telah terjadi dan ada kepikiran untuk mengakhiri hubungan. Tapi Dery menolaknya, dan Dery pun meminta maaf dan berjanji untuk tidak akan mengulangi.

Sejak kejadian itu aku dan Dery memutuskan untuk long distance, karena aku harus fokus lulus sekolah sedangkan Dery melanjutkan kuliahnya di Bandung. Aku hanya berkomunikasi melalui telepon saja. Karena kita memang terpisah jarak dan waktu.

Setelah aku dinyatakan lulus sekolah, aku pun mendapatkan beasiswa masuk perguruan tinggi di Bandung. Aku sangat senang karena aku bisa meraih prestasi yang membanggakan untuk Bunda dan ini membuat kesempatan bertemu dengan Dery setelah satu tahun lamanya.

Selepas SMA seakan semua memiliki kehidupan masing sejak lulus SMA aku harus kehilangan sahabat karibku Jody yang melanjutkan kuliah di Australia. Banyak kenangan aku dengan dia dan jasanya juga tak akan pernah ku lupakan.

Tinggal jauh dari orang tua memang sangat berat, sebenarnya aku tidak tega meninggalkan Bunda sendirian di rumah namun Bunda telah menyemangati aku untuk menempuh pendidikan agar tercapai semua impianku.

Satu pesan yang diberikan Bunda kepadaku bahwa sebebas apapun anak merpati terbang pasti ia akan mengingat induknya dan setinggi apa pun merpati terbang dia bisa terjatuh karena kesalahannya sendiri.

Hingga di stasiun Kereta api telah membunyikan tanda keberangkatan dengan berat aku harus melepaskan pelukan erat ku dari Bunda.

Tibanya aku di Bandung, aku langsung menuju ketempat kost-an yang direkomendasikan oleh temanku. Tempatnya tidak jauh dari dimana aku kuliah dan biayanya yang murah.

Termenung aku di kota kembang ini “ Ini awal aku menapakan dengan restu seorang ibu yang membuat mental untuk bisa meraih mimpi, bukan sebuah mimpi bila kita hanya tetap melamun dalam kebimbangan. Bumi, Langit, udara dan air beserta isinya akan selalu menjadi bagian hidup yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Tak butuh waktu lama aku mendapatkan teman, namanya Cita, dia adalah teman ku yang ngekost sama denganku. Beberapa hari aku di Bandung, aku pun juga bertemu dengan Dery. Ku ajak Dery ketempat dimana aku tinggal. Tak lupa ku juga mengenalkan dia dengan Cita teman kost ku.

Berbicara tentang Cita, ia bukanlah seorang mahasiswi melainkan dia bekerja. Namun yang ku heran entah dia bekerja dimana karena dia sangat tertutup.

Cita sangat baik dengan ku, dia selalu mentraktirku makan. Lagi-lagi timbul pertanyaan dalam benakku darimana ia bisa mendapatkan duit itu padahal ku jarang sekali melihat pergi bekerja.

Tapi Cita pernah mengajak ku sebuah tempat dimana semua itu adalah wanita-wanita cantik layaknya bidadari. Hingga pada akhirnya aku menyadari bahwa Cita merupakan seorang agency model. Karena aku memiliki fisik yang cantik Cita pun menawarkan ku untuk melakukan pemotretan perdana.

Ku pikir ini sangat menjanjikan sekali, karena ku memiliki fisik yang bagus maka sebuah majalah dewasapun mengontrakku.

Karirku semakin menanjak, dan banyak sekali tawaran pemotretan. Aku pun mendapatkan sebuah fasilitas berupa mobil dan tempat tinggal. Ini membuat mendapatkan segalanya dari profesi ku sehingga aku tidak perlu lagi tinggal di tempat kost.

Karena jadwal yang terlalu padat dan aku tidak bisa bekerja sendiri maka dery pun menjadi manajerku. Foto-foto sudah dimuat diberbagai majalah-majalah dewasa. Dan aku pun sudah semakin akrab dengan lampu blitz kamera.

Semakin menanjak karir ku semakin bebas kehidupan ku karena akau memiliki uang, disatu sisi aku memiliki pacar yang ku pikir dia setia karena Dery pula aku banyak mengenalkan tentang kota Bandung bahkan kehidupan malam di Bandung.

Sebenarnya aku takut dengan tempat seperti itu dan sempat menolak. Karena teringat kejadian waktu itu, namun aku tak bisa menyangkal permintaan Dery karena sebuah ucapan yang menyakinkanku.

Lama-lama kelamaan aku pun semakin akrab dengan dunia malam. Hampir tiap minggu aku mengujungiku.

Aku memang sekali berpergian ke luar kota Bandung dan sempat singgah di Jakarta namun apa daya karena sebuah jadwal yang padat aku tak bisa pulang ke rumah untuk bertemu Bunda.

Sudah hampir satu tahun semenjak aku menjadi model aku tidak kembali ke rumah padahal Jakarta Bandung tidak terlalu Jauh namun sekali lagi ku harus bersikap professional pada tuntutan kerja.

Selama menjadi model, aku selalu mengirimkan uang untuk kehidupan Bunda di Jakarta. Bunda yang kini tinggal bersama Sumi saudara sepupuku yang menemani Bunda sehari-seharinya selalu ku penuhi segala kebutuhannya.

Tiba-tiba aku termenung pada sebuah pepatah yang mengatakan semakin tinggi pohon semakin pula angin kencang yang menerpanya. Itu yang ku rasakan kali ini.

Sudah berapa hari aku tak dapat kabar dari Dery aku telah mencari tahu keberadaan ia. Karena semua uang ku, ku titipkan kepadanya.

Suatu ketika musibah datang kepadaku, dimana aku harus pulang ke Jakarta karena aku mendapatkan kabar bahwa Bunda sakit.

Mendegar kabar tersebut aku langsung seketika berangkat ke Jakarta. Sedikit penyesalan yang terjadi pada diriku, karena selama ini aku hanya sibuk untuk mencari lembaran-lembaran Rupiah.

Yang ada dipikiranku hanya rupiah hingga aku tidak memiliki waktu untuk Bunda. Setelah sampai di rumah sakit pun aku tidak bisa memeluk Bunda karena terkapar lemah tanpa sadar. Yang ada pada saat itu aku hanya bisa berdoa.

Sumi yang menemani ku di rumah sakit, dan Sumi pun menceritakan tentang apa yang menyebabkan hingga Bunda menjadi seperti itu. Sumi mengatakan Bunda mendadak serangan jantung karena melihat sebuah foto ku tanpa sehelai busana.

Entah siapa yang menyebarkan foto, tersebut sejujurnya profesi ku saat itu aku rahasiakan dari Bunda karena bila tahu pasti dia akan menolakku. Foto itu merupakan ulah tangan jahil yang sengaja mengambil gambarku tanpa sepengetahuanku.

Ketika aku mendengar kabar tersebut sentak membuatku sangat menyesal. Ternyata profesi yang ku jalani penuh dengan tantangan bahkan menjatuhkan martabat ku sebagai wanita.

Aku mencoba menelpon Dery untuk mengusut masalah ku ini namun tak ada kabar darinya. Lalu ku lupakan masalahku untuk hingga menunggu Bunda sadar dan pulih dari komanya.

Uang dan uang yang ku pikir semua akan bahagia dengan uang, layaknya bidadari cantik aku berlenggak lenggok dan semua orang melihat ku. Karena aku manusia yang butuh hidup dan uang menjadi prioritas. Tak salah aku berkata kalau aku ini bidadari uang.

Aku yang tertegun dalam doa, aku tenggelam dalam larutnya air mata ketika suster meminta ku untuk masuk ke ruang ICU karena Bunda yang siuman dan ingin berbincang.

Suara alat detak jantung yang menempel di dada Bunda dan selang nafas membuat Bunda berbicara dengan sekuat tenaga.

''Maaf kan Bunda nak, mungkin Bunda sudah gagal dalam mendidik kamu. Maafkan Bunda nak,'' ucap Bunda.

Aku hanya bisa menangis dipelukan Bunda, aku tidak mau Bunda terus menangis. Bunyi suara panjang dari monitor jantung berbunyi lurus dengan gugup pun aku langsung memanggil suster dan dokter.

Namun Tuhan sayang dengan Bunda hingga malaikat telah menjemput Bunda untuk berhenti mengikuti putaran dunia selamanya.

Hancur dan hancur, seakan teriakan dan tangisan ku tak bisa menjadi perminta maafa ku kepada Bunda. Sumi yang memelukku juga larut dalam kesedihan yang menghancurkanku. Taburan bunga yang menghampar di atas nisan Bunda membuat penyesalan, seakan-akan hidupku sudah tak berarti.

Gelap malam dimana hanya ada aku dan kenangan. Aku belum bisa berhenti menangisi kepergian Bunda meski aku harus mencoba untuk ikhlas dan merelakannya.

''Tuhan aku hanya meminta kepadaMu berikan Bunda surgaMu, aku tak tahu mengapa Kau cepat memisahkanku denganya. Padahal aku ingin membahagiakan uang hasil kerja keras yang selama ini ku lakukan untuk Bunda namun semuat jadi tidak berarti. Jika Engkau ingin menghukumku hukumlah aku Tuhan namun mengapa Engkau justru memisahkan ku dengan Bunda,'' berdoa aku sambil membuka foto kenangan indah.

Berapa minggu Bunda yang telah pergi, aku harus kembali ke Bandung untuk menyelesaikan semua masalahku. Tersimpan foto indah kenangan ku dengan Bunda yang selalu ku lihat setiap saat.

Kedatangan ku ke Bandung membuat lengkap penderitaan ku. Karena sibuknya aku di dunia model sehingga banyak waktu kuliah yang jarang ku hadir sehingga aku di DO dari kampus karena aku sudah melanggar ketentuan kampus.

Tidak hanya itu agency model sudah memutus kontrak kerja ku. Karena kasus beredarnya foto-foto syur yang sebenarnya bukan aku yang melakukanya. Dan aku melanggar perjanjian yang ada di kontrak. Lantas semua fasilitas yang telah diberikan dari mobil hingga rumah kini sudah bukan milik ku lagi.

Aku tak tahu apa yang aku lakukan di kota Kembang ini. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menginap di tempat Cita.

Sesampainya di kost aku langsung menemui Cita, berharap ia mau mendengarkan keluh kesah ku dan memberikanku sebuah bantuan namun sebelum mengetuk pintu aku mendegar suara yang tidak asing di telingaku.

Ketika aku ketuk pintu ternyata orag yang membukakan pintu untukku adalah Dery, sentak ini mebuat aku terkejut dan tak bisa ku pendam lagi amarahku kepada Dery.

''Jadi beginikah kalian, memanfaatkan segalanya dari keluguan dan kebodohan ku. Sumpah aku tak menyangka kalau kamu tega, kau ambil semua uangku dan kini kalian tertawa di atas penderitaanku. Baik aku nggak akan ganggu kalian berdua sekarang nikmatilah kesenangan kalian berdua,'' teriak aku.

Lengkap semua penderitaan yang telah ku alami, hingga pada titik jenuh aku pun kehilangan arah tak lagi ku kenali mana malam yang bertabur bintang mana matahari yang bertabir senyum. Semua kini telah lenyap.

Merenung aku di sebuah taman kecil tak ada satupun yang ku kenal. Layaknya orang gila akupu menjadi bahan tertawaan anak-anak kecil.

Tapi diantaran kumpulan anak kecil ada satu gadis kecil yang melepaskan ku dari ejekan anak-anak kecil.

''Sudah-sudah pergi kalian semua jangan ganggu kakak cantik itu,'' teriak Tiara nama gadis kecil itu.

Lalu Tiara pun mengajak aku ke tempat dimana ia tinggal yaitu Panti asuhan. Di Panti tersebut aku dikenalkan dengan Ibu Bunga orang yang mengasuh anak-anak Panti.

Ibu Bunga sangat baik hati, wajah ayunya hampir mirip dengan sosok Almarhum Bunda. Ibu Bunga sangat perhatian sekali denganku.

Aku banyak bercerita dengan Ibu Bunga tentang semua keadaan yang telah aku alami. Air mata yang jatuh dari ku langsung dihapusnya dan pelukan hangat Ibu Bunga mengingatkan ku kepada Bunda.

Ibu Bunga meminta kesedianku untuk menetap di panti asuhan ini. Tanpa berpikir panjang aku menerima dengan amat sangat gembira.

Di panti ini aku banyak belajar tentang arti kehidupan dan berbagai masalah. Cinta kasih yang tulus aku abdikan diri ku untuk kehidupan yang penuh cinta.

Kini aku mengerti, aku yang dulu menjadi seorang bidadari yang ternilai oleh uang ternyata semua apa yang ku dapat dan aku raih bukan semata-mata ternilai oleh Rupiah.

Letak surga dunia yang ku raih ternyata bisa ku raih hanya dengan rasa tulus cinta dan sebuah keikhlasan.

Sekarang aku menjadi seorang bidadari yang dikelilingi peri-peri kecil. Menebarkan kebahagian dan senyuman yang tulus.

Cerita oleh: Herjuno Raditiyo
Baca Selengkapnya »»

Gara-gara Kurang Perhatian

Gara-gara Kurang Perhatian adalah tulisan yang akan saya tuliskan di blog cerita dewasa ini. cerita ini mengisahkan tentang kehidupan wanita remaja kota, cerita ini terinspirasi dari beberapa kisah nyata. semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita.

Panggil saja aku “Andin” aku adalah anak yang berasal dari keluarga yang berkecukupan namun semua itu tidak ada guna untukku. Ibuku adalah wanita karier yang sibuk, sedangkan ayah ku juga sibuk, karena itu mereka tidak mempunyai waktu bersama keluarga nya. Kakak ku dan aku sudah sama-sama kuliah, tetapi kakak ku sudah berada di semester akhir dan aku di semester awal. Karena kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtuaku, tidak ada yang memperdulikanku mau berbuat apa saja. Kakakku yang jarang pulang karena dia asyik bersama teman-temannya. Begitupun aku, aku mulai pusing di rumah sendirian, mulai pusing karena tidak ada tempatku untuk mengadu.



Awal kisahnya dimulai dari saat aku diajak salah seorang temanku pergi ke tempat hiburan malam, saat itu aku sebenarnya tidak ingin pergi bersamanya, akan tetapi dia memaksa dan mengatakan kepadaku aku akan mendapat kebahagiaan yang selama ini tidak kudapatkan. Berdasarkan apa yang teman ku ceritakan akhirnya aku pergi bersamanya dan kami dugem, minum dan mabuk.

Pada saat itu ada banyak teman-teman prianya yang dikenalkan kepadaku dan lumayan membuatku terpesona... Setelah kami mabuk aku tidak tahu lagi apa yang terjadi, yang masih aku ingat adalah aku dituntun oleh salah seorang temannya tidak tahu kemana. Dan ternyata pagi saat aku bangun aku sangat terkejut saat melihat pria tersebut sudah ada disebelahku, sambil memelukku dan kami tanpa busana.
Aku takut dengan apa yang telah terjadi, aku menangis dia berkata akan bertanggung jawab dengan semua yang ada. Setelah itu kami pun pulang masing-masing dan melanjutkan aktifitas seperti biasa.

Keesokan harinya temanku tadi yang mengenalkan aku dengan pria tersebut menelponku untuk kembali mengajakku ke tempat hiburan malam tersebut lagi. Awalnya aku tidak mau tapi setelah kupikir-pikir ternyata dengan pergi ke sana aku mendapatkan kebahagiaan yang kuinginkan. Kami minum seperti biasa, bernyanyi, mabuk dan lainnya. Aku sangat bahagia.

Lama kelamaan atau tepatnya sebulan lebih aku merasa mual dan ternyata aku hamil, aku memberitahu ke pria yang telah meniduriku dahulu, dan ternyata pria tersebut tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang telah dia lakukan kepadaku dan akhirnya aku disuruhnya menggugurkan kandunganku dan kami pun berhasil. Semenjak itu aku pun mulai terbiasa dengan dunia malam yang gemerlapan, minum, tidur dengan pria dan gonta-ganti pasangan.

Aku bosan dengan tempat yang biasanya kami kunjungi dan dengan pria-pria yang itu-itu saja, akhirnya aku dan temanku pergi ke Bali dan menetap di sana beberapa minggu. Di Bali kami menemukan dunia malam yang luar biasa dahsyat, dunia malam yang belum kutemui di Jakarta. Di Bali kami sering bergabung dengan bule-bule dan mereka sangat asyik jika berteman dan menikmati hidup terutama kehidupan malam di Bali.
Di Bali aku bertemu dengan pria asal Australia dan kami menjalin hubungan dan tinggal di satu apartemen miliknya, aku tidak tahu temanku tadi tinggal dimana, yang pasti dia tidak mungkin tinggal di apartemen kami yang kami sewa berdua.

Begitulah ceritaku sampai saat ini aku masih melakukan hal tersebut, aku dan pria Australia tersebut telah putus, dan aku berhubungan kembali dengan pria lain sampai saat ini. Hingga akhirnya dunia malam dan gonta-ganti pasangan sudah tidak asing lagi bagiku.

Sebenarnya aku memahaminya hal ini tidak baik, namun kehidupanku sudah hancur dan akupun tak mengerti hingga saat ini juga mengapa orangtuaku tidak pernah memperdulikanku, mereka sibuk dengan urusan mereka tanpa mengetahui sedikitpun apa dan hal apa yang sudah terjadi pada anaknya. Semoga ini tidak terjadi pada anda atau keluarga anda.
Baca Selengkapnya »»

3 Cara Bikin Suami Ketagihan Bercinta Dengan Isteri | Info Pasutri


Apakah anda para isteri ingin suaminya tetap setia? Jika iya, berarti Anda harus belajar untuk membuat si dia 'ketagihan' pada Anda. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya  Inilah 3 Cara Bikin Suami Ketagihan Bercinta Dengan Isteri | Info Pasutri berikut ini.
info pasutri,berita sex terbaru,tips sex,cara sex,gaya sex,indo sex plus

Tidak diragukan lagi, cara paling ampuh untuk membuat suami tetap 'ketagihan' pada istrinya adalah kemampuan hebat di atas ranjang. Maka dari itu, jangan ragu mencoba berbagai hal baru dan belajar agar bisa menjadi pasangan yang semakin memuaskan ketika bercinta.
Hampir tak ada pria yang tidak suka dioral oleh pasangannya. Maka dari itu, istri sebaiknya belajar untuk memberikan seks oral terbaik untuk suaminya. Dengan ini, dijamin suami pasti akan semakin 'ketagihan' pada Anda.
Jangan berbohong
Meskipun Anda ingin agar suami tetap setia, jangan munafik dan jujur saja tentang hal yang Anda inginkan di atas ranjang. Jika Anda dan pasangan bisa sama-sama memuaskan, hal itu secara otomatis akan meningkatkan kualitas kehidupan seksual Anda.
Itulah 3 Cara Bikin Suami Ketagihan Bercinta Dengan Isteri | Info Pasutri. Apakah Anda Para Isteri Sudah melakukan semua itu?
Baca Selengkapnya »»

Cerita Sex - Bercinta Dengan Ratna Di Mess Kantoran

 
Cerita Sex - Bercinta Dengan Ratna Di Mess Kantoran - Cerita ini terjadi sekitar satu setengah tahun yang lalu. Nama saya Anton (bukan nama sebenarnya) dan bekerja di sebuah perusahaan nasional di Jakarta. Saya mengepalai bagian penjualan, dan otomatis saya sering pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, apalagi bila ada peluncuran produk baru. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, saya ditugaskan ke Manado. Di sana kebetulan perusahaan kami mempunyai mess yang biasa digunakan oleh tamu-tamu yang datang dari kota lain. Mess-nya sendiri cukup besar, dan di halaman belakang ada kolam renangnya.
Selama di Manado saya ditemani oleh Ratna (nama samaran) yang juga mengepalai bagian penjualan di sana. Sebagai gambaran, Ratna tingginya sekitar 165 cm, berat sekitar 54-55 kg dan kulitnya putih mulus. Umurnya sekitar 28 tahun, dan menurut saya orangnya sangat menarik (baik dari segi fisik maupun personality). Beberapa hari di sana, kami pergi mengunjungi beberapa distributor di Manado, dan Ratna juga sempat mengajak saya jalan-jalan seperti ke danau Tondano ditemani beberapa rekan kantor lainnya.

Hubungan saya dengan Ratna menjadi cukup dekat, karena kami banyak menghabiskan waktu berdua walaupun sebagian besar adalah urusan kantor. Ratna sangat baik pada saya, dan dari tingkah lakunya saya dapat merasakan kalau Ratna suka pada saya. Pertama-tama saya pikir kalau mungkin itu hanya perasaan saya saja. Walaupun dalam hati saya juga suka dengan dia, saya tidak berani untuk mengatakan atau memberi tanda-tanda kepada dia. Toh, saya baru beberapa hari kenal dengan dia dan memang untuk urusan wanita saya tergolong pemalu. Bagaimana kalau dia ternyata tidak ada perasaan apa-apa ke saya? Wah, bisa hancur hubungan baik yang telah saya bina dengan dia beberapa hari itu.

Suatu sore setelah pulang kerja, Ratna seperti biasa mengantar saya pulang ke mess. Saya menanyakan apakah dia mau mampir dulu sebelum pulang. Ratna setuju dan masuk ke dalam mess bersama saya. Kami ngobrol-ngobrol sebentar, dan saya ajak Ratna ke halaman belakang untuk duduk di kursi panjang dekat kolam renang. Kolam renangnya sangat menggoda, dan saya tanya Ratna apakah dia mau menemani saya berenang. Dia bilang kalau sebenarnya dia mau, tapi tidak bawa baju renang dan baju ganti sama sekali. Saya menawarkan untuk memakai celana pendek dan kaos saya.

“Nanti sekalian mandi di sini saja sebelum kita pergi makan malam..” kata saya.

Ratna setuju dan saya ke kamar untuk mengambil kaos dan celana pendek untuk dipinjamkan ke Ratna. Saya sendiri juga berganti pakaian dan mengenakan celana pendek saya yang lain.

Setelah berganti pakaian, kami pun berenang bersama. Karena baju kaos yang saya pinjamkan berwarna putih dan bahannya cukup tipis, buah dada Ratna yang ukurannya di atas rata-rata tercetak cukup jelas walaupun dia masih memakai bra. Kami berenang sekitar 20 menit, dan setelah selesai saya pinjamkan Ratna handuk untuk mandi di kamar saya yang kebetulan lebih bersih dari kamar mandi yang ada di ruang depan. Saya sendiri mandi di ruang depan.

Begitu selesai mandi, saya ke kamar saya untuk melihat apakah Ratna sudah selesai atau belum. Ternyata Ratna masih di kamar mandi, dan beberapa menit kemudian keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya. Handuk yang saya pinjamkan tidak terlalu besar, sehingga hanya mampu menutupi sebagian buah dada dan sedikit pahanya. Belahan dadanya terlihat jelas dan mungkin sedikit lebih turun lagi putingnya akan terlihat. Dengan rambut yang masih basah, Ratna terlihat sangat seksi.

Ratna berdiri di depan pintu kamar mandi dan bilang kalau dia harus mengeringkan bra dan CD-nya yang masih basah. Waktu Ratna mengangkat kedua tangannya untuk menyibakkan rambutnya, handuknya terangkat dan kemaluannya terlihat. Saya tidak tahu apakah Ratna sadar atau tidak kalau handuknya terlalu pendek dan tidak dapat menutupi kemaluannya. Rambut kemaluan Ratna lumayan lebat.

Ratna kemudian duduk di ranjang saya dan menanyakan apakah dia boleh menunggu sebentar di kamar saya sampai pakaian dalamnya kering. Tentu saja saya membolehkan, dan setelah mengobrol beberapa saat, Ratna menyandarkan badannya ke sandaran ranjang dan menjulurkan kakinya ke depan. Kakinya yang panjang terlihat mulus. Melihat itu semua, kemaluan saya mulai menegang.

Saya tanya dia, “Sambil nunggu celana kamu kering, mau aku pijitin nggak..?”

“Mau dong, asal enak yah pijitannya..”

Saya minta dia membalikkan badannya, dan saya mulai memijati kakinya. Beberapa saat kemudian saya mulai memberanikan diri untuk naik dan memijat pahanya. Ratna sangat menikmati pijatan saya dan sepertinya dia juga sudah mulai terangsang. Hal ini terbukti dengan dibukanya kedua kakinya, sehingga kemaluannya terlihat dari belakang, walaupun tubuhnya masih dibalut handuk.

Saya pun mulai memijat pahanya bagian dalam, dan terus naik sampai ke selangkangannya. Ratna diam saja, dan saya memberanikan untuk mengelus kemaluannya dari belakang. Juga tidak ada reaksi selain desah nafas Ratna tanda bahwa dia sudah terangsang dan menikmati apa yang saya lakukan.

“Ratna, buka yah handuknya biar lebih mudah..” kata saya.

Tanpa diminta lagi, Ratna membalikkan badannya dan melepaskan handuknya, sehingga tubuhnya sekarang telanjang bulat di depan saya. Buah dada Ratna ternyata lumayan besar dan sangat indah. Ukurannya mungkin 36C dan putingnya berwarna kemerahan.

“Ton, buka dong celana pendek kamu..!” pintanya.

Saya berdiri dan melepaskan celana yang saya kenakan. Kemaluan saya sudah sangat menegang dan saya pun naik ke ranjang dan tiduran di sebelah Ratna.

“Kamu diam saja di ranjang, biar aku yang buat kamu senang..,” katanya.

Saya pun tidur telentang, dan Ratna naik ke badan saya dan mulai menciumi saya dengan penuh nafsu.

Beberapa menit kemudian ciumannya dilepaskan, dan dia mulai menjilati badan saya dari leher, dada dan turun ke selangkangan saya. Ratna belum menjilati kemaluan saya dan hanya menjilati selangkangan dan paha saya sebelah dalam. Saya sangat terangsang dan meminta Ratna untuk memasukkan kemaluan saya ke dalam mulutnya. Ratna mulai menjilati kemaluan saya, dan sesaat kemudian memasukkan kemaluan saya ke dalam mulutnya. Ternyata Ratna sudah sangat ahli. Pasti dia sudah sering melakukannya dengan bekas pacarnya, pikir saya. Memang sebelum itu Ratna pernah berpacaran dengan beberapa pria. Saya sendiri saat itu masih perjaka. Saya memang juga pernah berpacaran waktu kuliah, tetapi pacaran kami hanya sebatas heavy petting saja, dan kami belum pernah benar-benar melakukan hubungan seks.

Saya minta Ratna untuk membuat posisi 69, sehingga selangkangannya sekarang persis di depan hadapan wajah saya. Sambil Ratna terus mengulum dan menjilati kemaluan saya, saya sendiri juga mulai menjilati kemaluannya. Ternyata kemaluannya berbau harum karena dia baru saja selesai mandi. Rambut kemaluannya juga lebat, sehingga saya perlu menyibakkannya terlebih dahulu sebelum dapat menjilati klitorisnya. Kami saling melakukan oral seks selama beberapa menit, dan setelah itu saya minta Ratna untuk tiduran. Dia merebahkan badannya di ranjang, dan saya mulai menjilati buah dada dan putingnya.

Ratna sudah sangat terangsang, “Hmm.. hmm.. terus Ton.. terus..!”

Saya terus menjilati tubuhnya sampai ke kemaluannya. Rambut kemaluannya saya sibakkan dan saya jilati bibir kemaluan dan klitorisnya. Cairan kemaluannya terasa di lidah saya. Tubuh Ratna menggelinjang hebat dan pantatnya diangkat seolah-olah ingin saya menjilatinya lebih dalam lagi. Tangannya menekan kepala saya sampai hampir seluruh wajah saya terbenam di kemaluannya. Saya semakin bersemangat memainkan ujung lidah saya yang menyapu kemaluan Ratna, dan kadang-kadang saya gigit perlahan klitorisnya.

Ratna benar-benar menikmati apa yang saya lakukan, dan semakin membuka pahanya lebar-lebar. Dia terus menekan kepala saya dan menaik-turunkan pinggulnya.

“Ah.. ah.. ah.. I’m coming, I’m coming..!” teriaknya.

Saya terus menjilati klitorisnya dengan lebih cepat, dan sesaat kemudian dia berteriak, “Ahh.. Ahh.. Ahh..” tanda kalau dia sudah orgasme.

Kemaluannya sudah sangat basah oleh cairan kemaluannya.

Ratna melenguh sebentar dan berkata, “Ton, masukin dong, saya mau nih..!”

Saya bilang kalau saya belum pernah melakukan ini, dan takut kalau dia hamil.

“Jangan takut, saya baru saja selesai mens kok, jadi pasti nggak bakalan hamil..”

“Kamu di atas yah..!” kata saya.

“Ya udah, tiduran sana..!”

Saya tiduran dan Ratna duduk di atas saya dan mulai memasukkan kemaluan saya ke vaginanya dengan perlahan. Wah, nikmat sekali.. ternyata begitu rasanya berhubungan seks yang sesungguhnya. Ratna mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya dan kedua tangannya diangkat ke atas. Saya memegang kedua buah dadanya sambil Ratna terus bergoyang, makin lama makin cepat.

Beberapa saat kemudian saya sudah tidak tahan lagi dan ejakulasi sambil memeluk tubuh Ratna erat-erat. Belum pernah saya merasakan kenikmatan seperti itu. Kami pun berciuman dan kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan badan yang penuh dengan keringat. Di kamar mandi saya menyabuni tubuh Ratna dari atas ke bawah, dan hal yang sama juga dia lakukan ke saya. Khusus untuk kemaluannya, saya memberikan perhatian khusus dan dengan lembut menyabuni klitorisnya dan memasukkan jari saya untuk membersihkan vaginanya yang basah oleh air mani saya. Kelihatan kalau Ratna sangat menikmati itu, dan kakinya pun dibuka lebar-lebar.

Selesai mandi, kami kembali ke kamar dan membicarakan apa yang baru kami lakukan. Terus terang saya tidak pernah berpikir untuk melakukan hubungan seks dengan Ratna secepat itu, karena kami belum lama kenal dan semuanya juga terjadi dengan tiba-tiba. Ratna bilang kalau sebenarnya dia suka dengan saya dari awal, dan memang sudah mengharapkan untuk dapat melakukan ini dengan saya.

Setelah kejadian itu, kami beberapa kali melakukan hubungan seks di mess sepulang dari kantor. Karena di mess tidak ada pembantu (pembantu hanya datang di pagi hari untuk membersihkan rumah atau mencuci baju), kami bebas melakukannya di luar kamar baik di ruang tamu, halaman belakang dan juga kolam renang. Benar-benar beberapa hari yang tidak dapat saya lupakan. Sayang hubungan kami tidak berlanjut setelah saya kembali ke Jakarta karena jarak yang memisahkan kami.

Sebenarnya saya pernah minta Ratna untuk pindah kerja ke Jakarta, tapi dia tidak mau dengan alasan orang tuanya tidak mengijinkan, karena dia anak satu-satunya. Juga mungkin bagi Ratna saya hanyalah salah satu pria yang lewat dalam hidupnya.
Baca Selengkapnya »»